TAWADHU SALAH SATU BEKAL HAJI DAN UMROH

1 min read

TAWADHU SALAH SATU BEKAL HAJI DAN UMROH

Kita pernah dengar tentang Tawadhu saat para ustadz ceramah atau ketika kita membaca buku buku agama, Tawadhu ini sendiri memiliki arti merendahkan sesuatu, namun secara istilah agama Tawadhu ini memiliki makna merendahkan hati dan diri saat beribadah kepada Allah. Dan inilah salah satu dasar umat Islam dalam melaksanakan segala ibadah.

 

Tawadhu ini sangat diperlukan khususnya saat kita melaksanakan Haji atau Umroh, sebab memang tidak ada yang kita bisa sombongkan di tanah suci sana, kalau kita merasa paling kaya maka di sana banyak orang yang lebih kaya daripada kita, kalau kita merasa lebih kuat maka manusia disana banyak yang lebih kuat daripada kita, kalau kita merasa paling tinggi kedudukan dan jabatan maka banyak umat Islam yang datang kesana yang lebih tinggi kedudukan dan jabatannya daripada kita. Jadi memang tidak ada yang bisa kita banggakan dan sombongkan saat kita berada ditengah jutaan umat manusia disana.

 

Kita merasa kaya karena hidup ditengah kemiskinan, kita merasa kuat karena kita hidup ditengah orang orang yang lemah namun kita akan jadi tidak ada apa apa saat berada ditengah orang yang lebih kaya dan kuat. nah apalagi saat kita berhadapan dengan Zat Yang Maha segala galanya yaitu Allah Swt.

 

Banyak jamaah Haji atau Umroh yang kurang memperhatikan masalah ini, perasaan merasa lebih terbawa ke tanah suci saat beribadah, akhirnya mereka menjadi kurang nyaman saat berada di Makkah dan Madinah, bentuk kekecewaan terlihat diwajah mereka, bahkan samapai ada yang diberikan hukuman oleh Allah Swt.

 

Kejadian ini pernah terjadi pada seorang jamaah Haji asal Indonesia, yang tidak memiliki sifat Tawadhu berakhir dengan keadaan tidak berdaya selama melaksanakan ibadah Haji, ia menderita sakit yang tentunya mengganggu kenyamanan ibadah, asal muasalnya sangat sederhana yaitu ia merasa dirinya sehat dan kuat sehingga menganggap temannya yang lebih tua tidak akan mampu melaksanakan Ibadah sepertinya. 

 

Namun apa yang terjadi, ternyata ia menderita sakit yang menyebabkan ia harus di rawat di Rumah Sakit Indonesia dan tragisnya hanya untuk ibadah Wukuf di Arafah saja harus di tandu dengan mobil ambulance. Bahkan temannya yang ia anggap lemah, malah mampu menunaikan ibadah Haji dengan sempurna tanpa ada gangguan dan rintangan apapun.

 

Inilah tanah suci Makkah dan Madinah, tempat yang sangat keramat maka bukan hanya ucapan yang harus dijaga, tapi juga bisa menjaga perasaan dan hati. Oleh karena itu bersihkanlah hati dan jiwa kita sebelum berangkat menunaikan ibadah Haji atau Umroh supaya ibadah kita menjadi Mabrur.

 

Caranya mungkin kita bisa kerjakan di malam hari setelah sholat Tahajud, sisihkan satu jam atau dua jam untuk berduan dengan Allah, renungkanlah segala dosa dan maksiat serta kesalahan yang pernah kita lakukan selama hidup ini, sambil lisan kita memohon ampun dnegan kalimat istighfar. Kemudian renungilah betapa banyak nikmat yang Allah telah berikan kepada kita, seperti nikmat anggota tubuh sehingga kita bisa beraktifitas apa saja di dunia ini, nikmat rezeki, nikmat nafas dan lain lain sebagainya.

 

Hal tersebut jika dilakukan dengan continue atau terus menerus maka bisa membersihkan hati dan jiwa kita dari sifat sifat sombong, dengki, amarah dan lain sebagainya, hati kita akan bersih dan suci penuh dengan kepasrahan kepada Allah Swt. Setelah itu mulailah dengan lafadz Basmallah untuk melaksanakan Haji dan Umroh dan berdoa agar Allah senantiasa melekatkan sifat Tawadhu dalam hati kita.

16
amandameta