SUNTIK MENINGITIS

1 min read

SUNTIK MENINGITIS

Pernah dengar isitilah buku kuning? Buku kuning adalah salah satu syarat dari setiap jamaah yang akan melaksanakan Umroh dan haji. Namun buku kuning ini hanya bisa diperoleh setelah kita datang ke Klinik atau Rumah sakit atau dokter yang ditujuk oleh instansi kesehatan. Jadi tidak semua dokter atau Rumah sakit yang bisa mengeluarkan buku kuning ini.

 

Umumnya instansi kesehatan menunjuk Klinik atau Dokter di gerbang laut ataupun udara, seperti Bandara dan pelabuhan, sehingga jamaah yang akan memperoleh buku kuning ini harus pergi ketempat yang jauh dari rumah mereka. Ini memang tidak praktis tapi kenyataannya dari dulu seperti ini.

 

Suntik menengitis ini tujuannya agar jamaah memiliki kekebalan terhadap virus yang menyerang otak, yang bisa menyebabkan kanker otak. Hal ini disebabkan saat melaksanakan ibadah haji atau Umroh, pesertanya bukan berasal dari Indonesia saja, tapi dari seluruh manca negara. Kekhawatiran terjangkitnya wabah meningitis semakin besar maka pemerintah mewajibkan kepada kita untuk menangkal wabah penyakit tersebut dengan suntikan di sekitar lengan atau bahu.

 

Jamaah yang telah disuntik meningitis ini diwajibkan melakukan suntik ulang jika telah melewati 2 tahun karena masa berlakunya sangat pendek  dan terbatasnya tempat yang ditunjuk inilah, maka tempat tempat yang ditunjuk untuk melakukan suntik meningitis ini keliatan agak ramai tiap harinya, bahkan ada sebuah Klink yang membatasi pesertanya hanya sampai 120 orang saja perhari.

 

Sekalipun antrian keliatan panjang namun itu semua tidak menyurutkan para calon jamaah Haji atau Umroh untuk mundur dari antrian tersebut, mereka begitu semangat ingin mendapatkan buku kuning sebagai salah satu persyaratan untuk melaksanakan Haji dan Umroh. Ternyata niat yang kuat dan semangat suci bisa sampai ke Tanah suci dapat mengalahkan rintangan terik panas dan antrian panjang. Untuk biaya suntik dan memperoleh buku kuning ini biasanya hanya Rp 300 ribuan.

 

Setiap Travel Umroh ditekankan untuk menyertakan buku kuning hasil suntik meningitis saat mereka ingin mengambil Vissa atau izin masuk ke kedutaan Saudi Arabia, sehingga mau tidak mau buku kuning ini jadi suatu yang wajib untuk dimiliki. Sesuai dengan kaidah Ushul Fiqih “ Al wasaa-il hukmul Maqoshid “ artinya sarana itu hukum tujuan. Haji dan Umroh ini wajib, namun tidak akan bisa dilaksanakan tanpa memiliki buku kuning, maka memliki buku kuning ini hukumnya jadi wajib.

 

Namun ada beberapa Travel dan Biro perjalanan Haji dan Umroh yang bisa meloloskan jamaahnya mengambil vissa Saudi tanpa buku kuning, istilah jalanannya adalah nembak. Dengan membayar sekitar Rp 400 – 450 Ribu untuk nembak ini, maka jamaah tidak perlu repot repot datang dan antri untuk memperoleh buku kuning, tapi tidak semua Travel yang bisa mengusahakan tembak menembak ini.

 

Sebaiknya sih kita sedia hujan sebelum payung, lebih baik kita mencegah dari pada mengobati, maka datangnya kita ke Klinik untuk suntik meningitis ini lebih baik daripada kita harus menembak, sebab saat kita berada di Tanah suci jadi merasa lebih aman dan tinggal bertawakkal saja. Selain itu tidak begitu sulit sekali kok cara penyuntikannya dan antrian paling lama hanya membutuhkan waktu 1- 2 jam saja. Apalagi kalau kita datang pagi pagi sekali, kita tentu akan bebas dari antrian.

15
dennistutuko