RUANG TUNGGU SEBELUM MASUK PESAWAT

1 min read

RUANG TUNGGU SEBELUM MASUK PESAWAT

Setelah para jamaah Umroh masuk gate 2 maka seluruh jamaah mulai berbondong bondong menjalani pemeriksaan barang bawaan termasuk koper dan seluruh tas kecil tapi ini pemeriksaan secara umum aja, barangkali aja ada jamaah yang membawa benda terlarang seperti narkoba dan lain lain. Semua dompet, jam tangan, handphone dan ikat pinggang harus diletakkan kedalam wadah yang telah disediakan oleh petugas. Sehingga saat melalui pintu pemeriksaan kita hanya memakai pakaian saja.

 

Setelah melalui pemeriksaan, mulailah jamaah berjalan menuju ruang tunggu bandara, perjalanan yang cukup jauh dari pintu masuk menuju ruang tunggu pesawat, kira kira sekitar 800 meter, tapi bagi jamaah yang sudah lanjut usia, kita bisa minta tolong kepada petugas bandara untuk mengantarkan mereka dengan kendaraan kecil seperti mobil.

 

Sebelum masuk ruang tunggu masuk pesawat, kembali para jamaah menjalani pemeriksaan, namun kali ini lebih teliti, sampai sampai botol minuman atau benda cair tidak diperkenankan untuk dibawa masuk, baik itu botol air mineral, botol cair lainnya dilarang dibawa masuk demi keselamatan penumpang, mungkin khawatir jatuh kelantai pesawat dan menyebabkan arus pendek kabel pesawat sehingga menyebabkan pesawat mengalami gangguan dan jatuh. Tapi memang timbul rasa heran sebab didalam pesawat juga penumpang diberikan minuman. Ya mungkin kita harus husnudzon bahwa itu adalah salah satu peraturan internasional.

 

Ketika pemeriksaan kedua maka para jamaah menuju ruang tunggu masuk pesawat, sebuah ruangan yang berukuran kurang lebih 15 x 20 meter ini berisi barisan kursi dan dilengkapi pendingin ruangan sehingga jamaah merasa nyaman berada disitu untuk menunggu masuk kedalam pesawat.

 

Dalam ruangan itu juga terdapat toilet dan Musholla namun harus turun tangga untuk mencapainya, sehingga jamaah yang ingin sholat jamak atau jamak qoshor sebelum masuk pesawat, bisa melaksanakannya dengan nyaman. Dalam ruangan ini juga para jamaah bisa membaca surat kabar yang tersedia dekat pintu masuk untuk menghilangkan kejenuhan selama menunggu masuk kedalam pesawat.

 

Memang sebaiknya para Muthowif atau pembimbing ibadah menggunakan kesempatan tersebut untuk memberi pengarahan ulang tentang tata cara sholat dalam perjalanan, seperti sholat jamak taqdim dan jamak takhir atau sholat qoshor didalam pesawat, begitu juga mengingatkan kembali kepada para jamaah bagaimana tata cara tayamum didalam pesawat, sehingga waktu menunggu tadi berubah dari kejenuhan menjadi ilmu pengetahuan bagi jamaah. Sebab tidak sedikit para jamaah yang belum sempat mengikuti manasik atau lupa karena faktor kesibukan.

 

Memang waktu menunggu diruangan tersebut kurang lebih cuma 1 jam tapi jika di isi dengan pembekalan ibadah maka manfaatnya akan dapat dirasakan  oleh jamaah daripada duduk melamun menunggu masuk pesawat. Atau waktu tersebut bisa digunakan untuk membaca kembali buku manasik Umroh, biar bisa lancar saat Thawaf dan Sai.

 

Setelah dinyatakan siap oleh awak pesawat maka jamaah dipersilahkan masuk kedalam pesawat dengan 2 jalur yaitu kiri dan kanan sesuai nomor kursi, biasanya ini diberi warna oleh petugas bandara pada tiket agar memudahkan jamaah menuju kursi sesuai dengan tiket yang dipegang. Dan perlu di ingat bahwa ketika memasuki pesawat jangan berebutan sebab masing masing telah memiliki nomor kursi yang nanti akan diarahkan oleh pramugari pramugari di pintu masuk pesawat.

60
dennistutuko