PROSESI PEMAKAMAN JAMAAH HAJI DI ATAS KAPAL

1 min read

PROSESI PEMAKAMAN JAMAAH HAJI DI ATAS KAPAL

Pada zaman dahulu tansportasi yang digunakan untuk berangkat Haji adalah kapal laut, mereka bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk menunaikan ibadah Haji. Tentu saja bagi jamaah yang lanjut usia atau menderita penyakit perjalanan ini sangat begitu berat sehingga bisa mengakibatkan rawan kematian akibat kelelahan dan kondisi.

Saat jamaah Haji meninggal dunia dalam perjalanan ke Tanah Suci, awak kapal memperlakukan jamaah haji yang meninggal dunia dengan melepasnya ke tengah laut. Kebanyakan jamaah yang meninggal dunia karena kelelahan atau mengidap penyakit dalam pelayaran yang panjang. Setelah dimandikan dan dikafani menurut ketentuan Islam, jenazah kemudian dishalatkan. Awak kapal yang sudah berpengalaman membungkus jenazah itu dari luar dengan kain layar putih bersih. Beberapa kepingan baja dan timah hitam seberat antara 30-50 kg diikat dengan rapat pada kepala dan kakinya.

Proses penguburannya dilakukan di buritan kapal. Ketika hendak melepas jenazah, kecepatan kapal dikurangi atau berhenti dengan posisi yang ditentukan mualim. Jenazah itu ditempatkan ke dalam sekoci kecil. Kepalanya dihadapkan ke haluan kapal. Dengan penuh khidmat, sekoci itu diturunkan. Tali sekoci bagian kepala ditarik ke atas sehingga posisinya menjadi miring dan jenazah tenggelam ke dalam laut.

Pelepasan jenazah massal pernah terjadi di Kapal Api Samoa. Catatan dari beberapa sumber yang berangkat haji pada 1893, pernah terjadi musibah besar di kapal itu. Kapal dengan bobot 4.507 tonnase itu dikontrak Herklots untuk mengangkut 3.600 jamaah haji dari Jeddah ke Batavia. Jumlah penumpangnya melebihi kapasitas karena Sarat dengan muatan. Penumpang pun terpaksa harus duduk berimpitan. Jamaah bahkan buang hajat besar dan kecil di sembarang tempat. Keadaan diperparah akibat badai selama tiga hari tiga malam. Badai dahsyat itu menyebabkan penumpangnya patah tulang. Seratus orang tercatat meninggal duniia. Tidak ada lagi orang yang memperhatikan barang yang dibawa. Peti barang terlempar ke laut. Setelah badai reda dan kapal tenang, penumpang yang selamat mulai menarik napas lega.

26
bangfirman