Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

PANDANGAN PARA ULAMA TENTANG HUKUM MEMBAWA BATU DARI TANAH SUCI

1 min read

PANDANGAN PARA ULAMA TENTANG HUKUM MEMBAWA BATU DARI TANAH SUCI

Pernah dengar orang bilang kalau batu dari Tanah Suci itu membawa berkah dan bisa dijadikan jimat? Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu percaya? Sebelum memutuskan percaya atau nggak, baiknya kita ketahui dulu bagaimana pandangan para ulama tentang membawa batu dari Tanah Suci ya.

Para ulama secara umum melarang orang-orang membawa batuan apapun termasuk tanah dan segala benda alam dari Mekkah dan Madinah keluar dari Tanah Suci. Namun, dalam menyikapi hal tersebut masing-masing mahzab memiliki sedikit perbedaan. Ada yang memandang bahwa membawa batu dari Tanah Suci dalam rangka pengagungan sebagai jimat sebagai suatu tindakan yang makruh, ada yang haram, ada pula yang memandangnya sebagai suatu hal yang mubah. Berikut ini pandangan para ulama tentang membawa batu dari Tanah Suci:
 

  1. Pandangan ulama-ulama Mahzab Syafii

Ulama-ulama dari Mahzab Syafii berpandangan bahwa tindakan membawa batu dan benda alam lainnya keluar dari Tanah Suci sebagai suatu hal yang haram dilakukan. Alasannya karena tindakan tersebut bisa menimbulkan pengagungan atau sakralisasi terhadap benda. Berbeda dengan pandangan mahzab ini tentang membawa air zam-zam maupun mencium hajar aswad karena keduanya telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah shalallahualaihi wassalam.
 

  1. Pandangan ulama-ulama Mahzab Hanafi

Pandangan para ulama dari mahzab ini lebih ringan dari ulama-ulama Mahzab Syafii. Dalam memandang tindakan membawa batu dari Tanah Suci ulama-ulama Mahzab Hanafi berpendapat bahwa hukumnya mubah atau dibolehkan. Perhatikan ya, dibolehkan bukan berarti dianjurkan. Kalau sangat mendesak bisa “dibolehkan”. Tapi, alasan apa sih yang membuat kita terdesak untuk membawa batu atau benda alam lainnya dari Tanah Suci? Ya mungkin ada saja lah ya.
 

  1. Pandangan sebagian ulama lain

Nah, selain pandangan dari Mahzab Syafii dan Mahzab Hanafi, ada pula ulama-ulama yang memberikan pandangannya terhadap tindakan membawa batu dari Tanah Suci. Hukumnya menurut sebagian ulama adalah makruh atau termasuk suatu perkara yang dibenci oleh Allah untuk dilakukan oleh umatnya. Kamu pasti sudah tahu dong bedanya haram dan mubah dengan makruh?
 

Seperti itulah pandangan para ulama tentang hukum membawa batu dari Tanah Suci. Pada intinya sih para ulama menganjurkan kita untuk nggak membawa batu atau benda alam lainnya dari Tanah Suci. Memangnya kenapa sih kita harus percaya hal-hal seperti jimat? Mempercayai hal seperti itu kan mengerikan ya? Yuk kita tingkatkan iman kita hanya kepada Allah. Serahkan semua urusan pada Allah  SWT bukan menyerahkannya pada benda semata seperti batu-batuan.

3
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *