MENYEMBELIH HEWAN QURBAN

1 min read

MENYEMBELIH HEWAN QURBAN

Bagi jamaah Haji yang mengambil Tamattu dan Qiron adalah sesuatu yang diwajibkan sebagai ungkapan rasa syukur dan wujud terima kasihh kepada Allah yang sudah mengizinan mereka untuk menunaikan ibadah Haji, juga sebagai tanda syukur bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan pelaksanaan Haji Tamattu dan Qiron.

 

Namun bagi jamaah yang mengambil Haji Tamattu tidak memiliki uang, alias pas pasan hanya untuk bekal perjalanan saja, maka bisa dihanti dengan berpuasa tiga hari di Makkah dan tujuh hari saat kembali ke tanah air masing masing. Inilah keringanan yang Allah berikan kepada hambaNya karena memang pada dasarnya Allah selalu memberi banyak keringanan kepada umat nabi Muhammad dibanding umat nabi lainnya.

 

Berqurban adalah sunnah Nabi Ibrohim, kisah penyembelihan ini sangat popular tatkala nabi Ibrohim bermimpi diperintahkan Allah untuk menyembelihh anaknya yang bernama Nabi Ismail. Pada saat nabi Ibrohim ingin menjalankan perintah Allah, ternyata anaknya menyambutnya dengan baik perintah Allah kepada bapaknya tersebut.

 

Sungguh sangat serasi antara bapak dan anak dalam menjalani ketaatan kepada Allah, tentu hal ini tidak akan pernah kita liat kecuali pada kekasih kekasih Allah, dimana mereka lebih mengedepankan perintah Allah daripada kecintaan kepada dunia dan kehidupan ini. Dan ini juga sebuah bentuk ketergantungan kepada Allah yang sangat kuat yang perlu dicontoh oleh kita.

 

Kecintaan yang murni kepada Allah ternyata membuat mereka menjadi manusia yang selalu memilki jiwa Tawakkal sehingga seberat apapun ujian yang Allah berikan, mereka mampu mengatasinya dengan baik.

 

Dulu Rosulullah pun senang berqurban, bahkan beliau pernah berqurban sebanyak 100 Unta, 63 unta beliau sendiri yang menyembelihnya dan sisanya beliau serahkan kepada sayyidina Ali bin Abi thalib untuk menyelesaikannya. Begitu juga saat beliau tinggal di Madinah, beliau juga sering melaksanakan ibadah Qurban ini.

 

Oleh sebab itulah bagi orang yang menunaikan ibadah Hai sudah seharusnya melakukan penyembelihan Qurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi dan Rosul terdahulu dengan penuh semangat dan kemulyaan serta mengharap ridho Allah Swt. Bukan darah dan daging yang dipersembahkan kepada Allah namun niat untuk ketakwaan dan ketaatan pada perintah Allah lah yang menjadi tolak ukurnya.

 

Oleh karena itu, hendaknya hewan yang dipilih untuk berqurban adalah hewan yang gemuk, dan dianjurkan menyembelihnya dengan tangan sendiri akan tetapi kalau tidak mampu bisa diwakilkan namun kita tetap dianjurkan untuk menyaksikan peristiwa penyembeihannya. Kemudian hewan yang telah disembelih itu dibagikan kepada kaum Dhuafa dan sebagiannya bisa dimakan.

 

Kalau kita menyatakan cinta kepada Allah maka penyembelihan hewan Qurban, karena salah satu pembuktiannya. Cinta tidak hanya bisa diungkapkan saja namun perlu bukti dari ungkapan tersebut. Maka sunnah penyembelihan hewan qurban ini tidak hanya dikhususkan kepada jamaah Haji saja namun juga kepada yang tidak berhaji.

24
dennistutuko