Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

MENELUSURI PERUBAHAN MAQAM NABI IBRAHIM DARI MASA KE MASA

1 min read

MENELUSURI PERUBAHAN MAQAM NABI IBRAHIM DARI MASA KE MASA

Maqam Ibrahim adalah peninggalan bersejarah yang akan kamu lihat saat berkunjung ke kabah. Peninggalan itulah yang jadi saksi bagaimana Nabi Ibrahim membangun kabah. Di atas batu berwarna agak kehitam-hitaman itu Nabi Ibrahim memijakan kakinya saat membangun kabah. Jadi, kalau kamu mengira Maqam Nabi Ibrahim adalah tempat dimakamkannya Nabi Ibrahim, maka kamu keliru yah. Maqam yang dimaksudkan adalah tempat, yap kata maqam memiliki arti tempat.

Sudah sangat lama sejak pertama kali Maqam Ibrahim ada. Tentu Maqam Ibrahim mengalami perubahan dari masa ke masa. Yang mana pada awalnya hanya berupa batu, kemudian ditambahi dengan hiasan dan pelindung. Hingga adanya perintah untuk menghilangkan semua hiasan yang ada di maqam tersebut karena alasan tertentu. Penasaran bagaimana perubahan Maqam Nabi Ibrahim dari masa ke masa dan kenapa hiasannya dihilangkan?

Nah, Maqam Ibrahim yang awalnya berupa batu, dulu sempat dihiasi. Khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi adalah orang pertama yang tercatat dalam sejarah melakukan penghiasan pada maqam tersebut. Alasan kenapa beliau memiliki ide menghiasinya adalah karena batu maqam tersebut terbuat dari jenis batu yang rapuh. Supaya nggak hancur, beliau berinisiatif menghiasi maqam tersebut. Nggak tanggung-tanggung, beliau mengalokasikan dana sebesar seribu dinar untuk pemeliharaannya. Dengan dana itu, Maqam Nabi Ibrahim jadi lebih kuat dari bagian bawah sampai atas.

Pada masa khalifah selanjutnya, yaitu khalifah Al-Mutawakkil, dilakukan juga perbaikan. Bukan Cuma itu, Khalifah Al-Mutawakkil juga menambahkan emas dan perak pada hiasan Maqam Nabi Ibrahim. Setelah diperbaiki, juga ditambah dua bingkai yang terbuat dari emas dan perak, maka jadilah hiasan yang lebih kuat. Sayangnya, timbul masalah karena lama-lama pengunjung kabah semakin banyak. Adanya kubah maqam yang bertopang pada empat buah tiang cukup memakan tempat membuat aktivitas tawaf yang harus dilakukan jamaah haji jadi terganggu. Itulah kenapa akhirnya kubah di Maqam Ibrahim dihilangkan. Tentu proses penghilangannya nggak mudah karena harus melalui perdebatan lebih dulu. Ada yang setuju untuk menghilangkannya dan ada yang menentang.

Akhirnya, perdebatan itu mereda setelah keluarnya keputusan Rabithah Alam Islam (RAI) pada 25 Dzulhijah 1384 H atau 26 April 1965 M pada suatu pertemuan. Keputusan itu berisi perintah untuk menghilangkan semua tambahan yang ada di Maqam Ibrahim. Maqam tetap ada di tempatnya dengan dibuatkan kotak kristal yang tebal dan kuat untuk menghindari injakan jamaah saat tawaf. Masalah pun terselesaikan. Keputusan itu juga mendapat persetujuan dari Raja Arab Saudi saat itu yaitu Faizal bin Abdul Aziz. Setelah keputusan tersebut dilaksanakan dan dilakukan perbaikan, jamaah pun lebih leluasa saat tawaf dan tidak berdesak-desakan lagi.

Seperti itulah perubahan hiasan Maqam Nabi Ibrahim dari masa ke masa. Baru kemudian menjadi seperti sekarang ini, dengan bentuk yang kita lihat sekarang. Bisa saja suatu saat nanti dilakukan perbaikan atau perubahan lagi pada hiasan atau pelindungnya. Itul hal wajar ya? Yang terpenting inti dari peninggalan bersejarah itu nggak pernah diubah, ya kan?

4
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *