MAKNA MAMPU DALAM SYARAT IBADAH HAJI

1 min read

MAKNA MAMPU DALAM SYARAT IBADAH HAJI

Dalam melaksanakan ibadah Haji, salah satu syarat yang ditetapkan Allah adalah Memiliki kemampuan untuk sampai ke Makkah dan kembali ke tanah air, akan tetapi para ahli hukum Islam berbeda pendapat  dalam menetapkan syarat mampu ini. Penjelasan masalah perbedaan pendapat ini sangat panjang. Namun diantara pendapat tersebut nampaknya pendapat ulama dari kalangan Imam Syafi’i lebih dipergunakan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia untuk menetapkan syarat mampu dalam ibadah Haji ini.

 

1. Mampu badan

 

Mampu badan ini adalah memiliki badan yang sehat dimana seseorang itu mampu melaksanakan perjalanan, dengan tanpa adanya sesuatu yang membuat ia sulit dan atau mendatangkan bahaya bagi tubuhnya, baik dalam perjalanan laut atau udara atau darat, karena perjalanan ini adalah bagian dari penderitaan, maka kemampuan ini juga meliputi mampu berjalan dan mampu duduk. Demikian pula seperti keadaannya orang buta, maka jika ada orang yang menuntunnya selama pelaksanaan ibadah Haji mulai dari perjalanan sampai penyelesaian ibadah maka ia bisa dikatakan mampu.

 

2. Mampu harta

 

Yaitu adanya bekal bagi jamaah Haji selama perjalanan pulang pergi Makkah ke tanah airnya, juga mampu memberikan bekal bagi keluarga yang ditinggalkannya, kemudian para ulama syafiiyyah juga mensyaratkan mampu ini adalah mampu membayar hutang sebelum pelaksanaan Haji baik kepada manusia atau kepada Allah seperti nazar atau kafarat, apabila seseorang hanya memiliki perbekalan perjalanan saja dan tidak memiliki perbekalan selama berada di tanah suci maka para ulama memperbolehkannya untuk berniaga sebagai bekal menetap selama pelaksanaan ibadah Haji nya. Itu pun jika dianggap tidak mengganggu ibadah yang dikerjakan.

 

3. Mampu keamanan

 

Dimana orang yang akan melaksanakan ibadah Haji tersebut merasa aman dalam perjalanannya juga hartanya serta tempat tujuannya, para ulama secara terperinci menyebutkan keamanan ini juga mencakup keamanan kepada istrinya, hartanya, jalan yang dilaluinya dan sebagainya, maka jikalau menurut dugaannya tidak aman maka dia mengatasi rasa aman tersebut dengan menyewa seorang penjaga, dalam hal ini diperbolehkan. Begitu juga apabila seorang perempuan yang akan melaksanakan Haji, maka dia harus disertai oleh suaminya atau mahrom yang senasab atau perempuan yang bisa dipercaya untuk menemani ibadah Haji. Walaupun si perempuan tadi berangkat Haji bersama rombongan.

 

Islam memberikan syarat mampu bagi setiap umatnya yang ingin melaksanakan ibadah Haji ataupun Umroh tujuannya agar umat ini tidak memaksakan diri yang bisa berakibat menimbulkan kerugian dan kemudhorotan dalam hidupnya dan dirinya. Karena memang perintah ibadah ini hanyalah bagi yang mampu, inilah keringanan yang Allah berikan kepada hambaNya.

 

Pelarangan ibadah Haji bagi yang tidak mampu ini juga bertujuan agar umat Islam jangan sampai menjadi pengemis saat beribadah disana, karena tangan diatas itu leih baik daripada tangan dibawah, maka kalau bisa umat Islam ini punya jiwa dan kebiasaan memberi, bukan menerima.

16
dennistutuko