KIAT PUASA BERKUALITAS SAAT UMROH

1 min read

KIAT PUASA BERKUALITAS SAAT UMROH

Berpuasa merupakan ibadah mulia yang diperintahkan oleh Allh SWT bagi umat Islam. Apalagi dikerjakan di kota suci Makkah atau Madinah saat Umroh. Karena ibadah ini sendiri sudah sangat mulia, sebab termasuk kedalam salah satu dari 5 rukun iman yang ada. Makna bulan puasa bukan hanya sekedar menahan lapar haus dahaga saja, namun ada maksud dibalik itu semua yaitu untuk menjadikan seorang muslim menjadi muslim yang lebih bertaqwa lagi dalam semua hal ketika bulan Ramadhan berakhir.

 

Islam mengatur segala amal perbuatan umat manusia dan pada momen bulan puasa Ramadhan ini pula amal perbuatan baik kita dilipat gandakan pahalanya. Bahkan, perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai aqidah agama akan berakibat batalnya ibadah puasa kita, walupun kita telah menahan haus lapar dan dahaga seharian penuh.

 

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabrani. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairih)

 

Dibulan puasa Ramadhan 2015 ini mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas puasa kita agar lebih baik lagi dibanding puasa sebelumnya. Apalagi kita melaksanakannya sambil Umroh bersama dengan jutaan umat Islam lainnya. Oleh karena itu ada beberapa kiat agar kualitas puasa kita menjadi baik, diantaranya adalah :

 

1. Menundukan Pandangan

 

Menahan lapar dan haus mungkin telah lancar kita lakukan, namun apa yang kita lihat dan dengar dengan telinga sulit dihindari. Maka Islam menganjurkan untuk menghindari diri dari hal-hal yang haram. Karena saat kita berada di tanah suci, banyak umat Islam dari berbagai penjuru dunia berdatangan, mulai yang berwarna putih sampai hitam, kecantikannya pun diatas rata rata wanita di Indonesia.

 

2. Menjaga Lisan

 

Dalam keseharian selama kita ditanah suci, kita tidak  bisa terhindar dari perbuatan berdusta, ghibah, bergunjing, memaki, bertengkar, banyak bersenda gurau, berdebat, serta segala hal yang mengundang kebencian dan permusuhan. Jika pada bulan Ramadhan saja seseorang muslim tidak dapat menjaga lisannya, apalagi bulan selain Ramadhan. Maka diharapkan pada bulan Ramadhan di tanah suci kita bisa lebih menjaga lisan kita, sehingga saat Ramadhan berakhir, amal-amal lisan yang baik ini dapat seterusnya berlanjut.

 

3. Menjaga Telinga

 

Setiap yang haram diucapkan, haram pula didengarkan dan segala hal yang haram juga akan membuat sia-sia ibadah puasa seorang muslim. Bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kedudukan orang yang suka mendengarkan berita bohong sama dengan orang yang memakan barang haram.

 

4. Hindari Keharaman, Walau Telah waktu Berbuka

 

Hindari tangan, kaki, dan semua panca indera lainnya dari hal-hal yang diharamkan, walaupun telah berbuka. Tak ada artinya sepanjang hari menahan diri dari makanan yang halal, namun setelah berbuka melakukan hal-hal yang dibenci bahkan diharamkan. Sebaiknya perbanyak ke Masjidil Haram atau Masid nabawi supaya kita bisa hindari hal tersebut.

 

5. Makan terlalu banyak saat berbuka

 

Salah satu tujuan berpuasa adalah melemahkan berbagai kekuatan yang menjadi sarang syaithan. Maka agar tercapai tujuan mulia ini janganlah makan terlalu berlebih-lebihan karena syahwat akan menguat dan bisikan syetan untuk melakukan keharaman akan dapat kembali muncul. Selain itu ada baiknya jika berfikir kembali akan tujuan kita datang ke tanah suci.

16
dennistutuko