Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

KATA PARA ULAMA TENTANG HAJI SEBAGAI PENGHAPUS DOSA

1 min read

KATA PARA ULAMA TENTANG HAJI SEBAGAI PENGHAPUS DOSA

Apa harapanmu nanti saat bisa menunaikan ibadah haji? Banyak diantara kita yang salah satu harapannya adalah agar dosa-dosa yang sudah kita perbuat terampuni atau terhapus. Harapan itu ada karena kita pernah mendengar tentang haji sebagai penghapus dosa. Tapi, apakah benar segala dosa yang pernah kita lakukan bisa terhapus hanya dengan melaksanakan ibadah haji? Nah, ternyata ada pandangan yang berbeda-beda dari para ulama. Seperti apa saja kata ulama tentang hal yang satu itu?

 

Kelompok pandangan pertama berpendapat kalau ibadah haji hanya bisa menghapus dosa-dosa kecil. Dosa kecil itu misalnya berbohong, ghibah, melihat aurat, dan sebagainya. Artinya para ulama dalam kelompok ini tidak membenarkan tentang haji sebagai penghapus dosa besar. Menurut para ulama tersebut dosa besar tetap harus diselesaikan dengan melakukan taubat nasuha.

 

Lalu bagaimana pandangan sebagian ulama yang lain? Menurut kelompok pandangan yang kedua, haji sebagai penghapus dosa juga dimaksudkan untuk dosa-dosa besar. Hal itu didasarkan pada Hadist Rasulullah SAW, berbunyi “Umroh ke umroh itu menghapus dosa diantaranya dan Haji mabrur tidak ada balasan kecuali Syurga”.

 

Para ulama dalam kelompok pandangan ini juga memperkuat pendapatnya dengan Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh, Bukhari dan Muslim, yaitu: “Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji kemudian tidak melakukan Rofast dan Fusuq maka dosa dosanya akan diampuni bagaikan ia keluar dari perut ibunya."

 

Seperti itulah kata para ulama tentang haji sebagai penghapus dosa. Tapi, diantara perbedaan pendapat para ulama, mayoritas para ulama sudah sepakat kalau dosa-dosa besar seperti membunuh, zina, judi, durhaka pada orangtua, dan sebagainya tidak akan diampunya hanya dengan melaksanakan ibadah haji. Mereka yang melakukan dosa-dosa itu tetap harus bertaubat nasuha.

 

Diampuni atau tidak dosa kecil maupun besar yang telah kita lakukan, hanya perlu diserahkan kepada Allah SWT. Yang harus kita lakukan adalah berupaya untuk meminta ampunan. Jadi, kalau seseorang merasa memiliki dosa besar dan menginginkan ampunan dari Allah dan menjadikan haji sebagai penghapus dosa, bisa tetap berupaya memintanya. Untuk itu, sebaiknya sebelum berangkat haji, dahului dengan melakukan taubat nasuha.

 

Taubat nasuha dilakukan dengan cara berhenti melakukan dosa yang kita perbuat, kemudian berjanji tidak mengulanginya dan menyesali perbuatan tersebut. Tentu didukung dengan meningkatkan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Lalu bagaimana dengan sholat taubat? Sholat tersebut dianjurkan dilaksanakan sekali saja. Selanjutnya kita perbanyak istighfar siang dan malam.

 

Ada satu lagi yang perlu kita tahu tentang haji sebagai penghapus dosa. Yaitu sekalipun haji bisa menghapus dosa kecil dan menghapus dosa besar dengan didahului taubat nasuha, namun untuk dosa terhadap sesama manusia tetap harus meminta maaf dulu pada orang yang bersangkutan. Dosa yang berkaitan dengan sesama manusia tidak akan diampuni Allah sebelum manusia itu menyelesaikannya dengan yang bersangkutan. Maka, jangan lupa sebelum berangkat haji untuk silaturahmi dengan orang-orang sekitar ya. 

 

 

 

 

image: https://umroh.travel/

11
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *