Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

GELAR HAJI, ANTARA NIAT DAN KEIKHLASAN

1 min read

GELAR HAJI, ANTARA NIAT DAN KEIKHLASAN

Memenuhi panggilan Allah ke Tanah Suci memang butuh pengorbanan yang nggak sedikit. Mulai dari pengorbanan materi hingga fisik yang wajib dalam kondisi prima untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Menilik dari besarnya pengorbanan para jamaah, nggak heran kalau seringkali masyarakat menyematkan gelar haji pada mereka yang baru saja pulang dari perjalanan ke Tanah Suci. Tapi, sebenarnya gimana sih hukum pemberian gelar itu menurut syariat Nabi?

 

Ibadah haji, sebagaimana ibadah lainnya yang wajib dilakoni tiap Muslim, haruslah dilandasi niat tulus dan kuat. Balik lagi kalau segala sesuatu bakal tergantung dari niatnya. Kalau kita menunaikan haji dengan niat semata-mata demi Allah dan memenuhi panggilan-Nya, maka itulah yang akan kita dapat. Tapi kalau niat dari awal hanya mau cari gelar dan ketenaran begitu pulang ke Tanah Air, ya itu juga yang akan kita dapat! Niat juga adalah amalan dalam hati, sehingga nggak dianjurkan untuk membicarakan niat di depan orang-orang. Cukup diri sendiri aja yang tahu.

 

Selain itu, nggak ada anjuran juga untuk mengadakan kenduri atau selametan sebelum keberangkatan haji. Apalagi kalau sampai selametannya dipaksakan padahal nggak ada dana. Beda lagi sih kalau selametan diadakan dengan niat mau berbagi ke tetangga, saudara atau mereka yang memang butuh. Nggak ada juga tuh anjuran dari Nabi untuk menambah gelar haji di depan nama. Pemberian gelar ini hanyalah bagian dari budaya Indonesia yang sudah dilakoni turun temurun sejak era kolonial Belanda.

 

Walau nggak ada perintah pemberian gelar, nggak ada larangan juga kok selama pemberian gelar itu nggak menjadikan orang yang menerimanya jadi sombong atau malah menyebabkan munculnya kesenjangan sosial. Misalnya nih ada orang yang sudah berhaji lalu seseorang lupa memanggilnya tanpa gelar dan orang tersebut marah, maka itulah saat di mana gelar yang diberikan mulai menjadikan seseorang menjadi tinggi hati. Kalau sudah begini, coba deh dicek lagi keikhlasannya apa udah bener? Atau hajinya sekedar buat cari gelar aja?

 

Niat dan keikhlasan memang identik dengan kerahasiaan. Nggak ada seorang pun yang tahu kecuali diri kita dan Allah. Kita juga seharusnya selalu merahasiakan ibadah yang dilakukan agar terhindar dari rasa riya. Termasuk juga ibadah haji yang sebenarnya adalah masalah niat kuat dan tulus dalam hati guna mencapai ridho Illahi, bukannya untuk sekedar gelar haji. Haji adalah gimana keberkahan serta kebaikan yang didapat selama di Tanah Suci bisa sampai akhir hayat, nggak sebatas perkara gelar dunia.

14
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *