FAKTOR UTAMA JAMAAH HAJI WAFAT

1 min read

FAKTOR UTAMA JAMAAH HAJI WAFAT

Meninggal dunia saat melaksanakan ibadah Haji merupakan ciri seseorang wafat dalam keadaan husnul khotimah atau akhir yang baik, sebab mereka meninggalkan dunia ini saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Para jamaah Haji yang meninggal dunia digolongkan orang yang meninggal dijalan Allah atau mati syahid. Tentu saja balasannya adalah Syurga yang dijanjikan Allah.

 

Berdasarkan data yang didapat dari pemerintah, angka kematian jamaah Haji Indonesia meningkat pascaprosesi rangkaian Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina). Masa sembilan hari, jamaah yang meninggal sudah mencapai 102 orang. Penyebab banyaknya jamaah Haji yang meninggal adalah karena kelelahan. Hal ini memang dapat dimaklumi sebab ibadah haji bukan hanya memerlukan harta namun juga kondisi tubuh yang prima, mengingat rukun- rukunnya sangat menguras tenaga sehingga wajar bagi mereka yang kondisinya kurang baik, akan tertimpa kelelahan dan meninggal dunia. Peningkatan jumlah kematian ini juga dinyatakan oleh pemerintah bahwa penyebab utama jamaah meninggal dunia saat wukuf dan mabit adalah faktor kelelahan jemaah.

 

Hal itu dibuktikan dengan temuan di Masjidil Haram. Banyak jamaah yang selesai prosesi Armina, langsung melakukan Umrah sunnah. Kurang tidur dan istirahat serta rasa lelah bisa mengakibatkan kematian bagi kondisi jamaah yang kurang baik apalagi yang memiliki penyakit. Untuk tahun mendatang diharapkan jamaah senantiasa menjaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi multivitamin atau olah raga yang teratur menjelang pemberangkatan ibadah Haji, sekaligus mengatur pola istirahat yang baik selama beribadah di tanah suci.

13
bangfirman