Desi Wulandari Buruh teks serabutan

BERHAJI TIDAK MENGENAL BATASAN USIA

1 min read

BERHAJI TIDAK MENGENAL BATASAN USIA

Pernah berpikir kenapa kebanyakan jemaah haji yang berangkat ke tanah suci rata-rata bapak dan ibu yang sudah lanjut usia? Selain karena masa tunggu buat bisa berangkat haji yang ngga sebentar, menunaikan rukun islam yang ke lima ini juga bisa dilakukan oleh siapapun, tanpa mengenal batasan usia. Syaratnya cuma satu, yaitu mampu baik secara materi, fisik, mental, dan tentunya niat yang kuat. Meskipun ada seorang kakek yang ingin berangkat haji, selama ia bisa membayar ongkos perjalanan haji serta fisiknya kuat, maka ia boleh pergi ke tanah suci. Begitu pula dengan nenek yang memakai kursi roda. Meski memiliki kekurangan, selama dirinya dinyatakan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan maksimal maka ia boleh berhaji. Namun, jangan sampai terlalu memaksakan diri juga. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan bagi jemaah lanjut usia yaitu masalah kesehatan. Karena meskipun dianggap mampu secara fisik, stamina dan tenaganya pasti akan berbeda dengan jemaah yang masih muda.

Lalu, bagaimana batasan usia minimal bagi mereka yang pengin berangkat haji? Biasanya, ada keluarga yang berhaji dan mengajak anak-anaknya. Ada dua pendapat ulama terkait anak kecil yang pergi haji dan apakah ibadah hajinya dihitung sah. Sebagian ulama mengatakan balig jadi syarat sah berhaji, sehingga ia masih harus menjalankan kewajiban berhaji ketika dewasa nanti. Sedangkan ulama lainnya berpendapat, balig bukan termasuk syarat sah haji dan ibadahnya akan dianggap sah. Terlepas dari pendapat tersebut, ngga ada salahnya orang tua mengajak anaknya ikut serta ke tanah suci. Anak bisa merasakan pengalaman religi dan bisa mengetahui lebih dalam rukun Islam yang kelima sejak dini.

Pemerintah sendiri ngga memberikan batasan usia ketika pendaftaran haji dibuka. Maka, baik anak kecil ataupun para lansia bisa mendaftarkan dirinya untuk mengunjungi rumah Allah. Asalkan kondisi calon jemaah dianggap mampu dan sanggup ketika melakukan pemeriksaan kesehatan oleh pemerintah. Misalnya ada calon jemaah yang masih muda tapi memiliki catatan kondisi kesehatan yang ngga baik, maka ia bisa jadi dibatalkan keberangkatan ke tanah suci nya. Oleh karena pendaftaran calon jemaah haji ini ngga ada batasan usia, maka pemerintah melakukan pengawasan khusus terhadap jemaah haji yang tergolong lanjut usia. Sehingga diharapkan jemaah lanjut usia tersebut bisa khusyuk ketika menjalankan ibadah di tanah suci nanti.

4
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *